2 Jam Berhadapan Dengan Harimau di Pelangiran, BKSDA Riau Belum Menyerah

Rabu, 21 Februari 2018

INHIL - Tim Gabungan dari Polsek Pelangiran dan BKSDA Provinsi Riau, berhadapan secara langsung dengan harimau, di Hutan Green Belt di Seberang Blok 68 Kebun Tembusu, Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir..

Sudah sebulan lebih, Tim Gabungan berada dilokasi, untuk mengatasi konflik yang terjadi antara harimau dan manusia. Konflik itu bahkan sudah menimbulkan korban jiwa. Tim ini juga ditugaskan untuk mengevakuasi si Raja Hutan, ke daerah suaka yang lebih aman.

Siang itu terlihat cerah tim dari BKSDA yang terdiri dari 7 orang ditambah anggota kepolisian terus bergerak menyususuri hutan dan kanal guna menindak lanjuti informasi dari masyarakat yang mengatakan melihat raja rimba tersebut berada disekitar Hutan Green Belt di Seberang Blok 68.



Kapolres Indragiri Hilir AKBP. Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kaposek Pelangiran IPTU M. Rafi mengatakan, setelah menyusuri hutan, sekira 40 meter dari tepi kanal, Tim menemukan bekas cakar dan jejak harimau, yang masih baru.

Tak lama kemudian, yang punya jejak pun menampakan diri. Kengerian langsung menyelimuti anggota Tim. Walau dalam Tim ada 2 orang anggota Polisi, yang bersenjata, namun menembak binatang buas tersebut, bukan pilihan terbaik.

Tak ingin disakiti namun tak pula ingin menyakiti hewan itu, Tim hanya bisa berdiam diri, dan tidak melakukan gerakan yang bisa memicu adrenalin harimau itu untuk berburu. Sambil terus berdoa, anggota Tim terus bersiap, untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Waktu terasa berjalan sangat lambat. Setelah mengelilingi Tim, selama hampir 2 jam, dengan jarak terdekat hampir 3 meter, bahkan dalam posisi siap menyerang, akhirnya harimau tersebut, menghilang di kerimbunan hutan. Bantuan dari Personel lain, akhirnya sampai di lokasi, sehingga semua anggota Tim, bisa selamat, kembali ke kamp.

Kapolsek mengatakan bahwa walau sudah bertemu dengan kucing besar, yang mengancam keselamatan mereka, namun Tim tetap bertekad dan mohon doa dari masyarakat, agar konflik harimau dengan manusia ini, bisa selesai dengan baik, sehingga tidak ada lagi korban, baik dari masyarakat, petugas maupun dari hewan yang dilindungi tersebut. (sya)

loading...

Rabu, Februari 21, 2018

0 komentar:

Posting Komentar

loading...