Ketua DPC GMNI Pekanbaru Buka Secara Resmi PPAB GMNI Inhil 

Minggu, 04 Februari 2018

TEMBILAHAN – Dengan mengangkat tema, “"Menjadikan Pancasila Sebagai Darah Perjuangan Agar Tumbuhnya Jiwa Sosialis-Religius - Progresif - Revolusioner di Dalam Diri Para Kader" Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), minggu (04/02/2018) kembali melaksanakan kegiatan Pekan Peneriman Anggota Baru (PPAB)  di Aula Wisma Kemuning di Tembilahan. 


Kegiatan itu dihadiri oleh sejumlah Alumni GMNI Inhil, diantaranya, Bung Indra Hukes, Bung Aditiya Prahara, Bung Dedek Pratama, Bung Jakpar dan Bung Nasrullah alumni GMNI Uin Malang yang telah menetap di Inhil dan di buka langsung secara resmi oleh Ketua DPC GMNI Pekanbaru, Riski Ananda Pablo.


Ketua GMNI Cabang Pekanbaru yang merupakan Cabang Pendamping GMNI Inhil yang masih bersetatus Cabang Persiapan dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut menuturkan bahwa Peneriman anggota baru GMNI aktif ini merupakan moment penting bagi organisasi GMNI untuk memiliki kader nasionalis yang berwatak kerakyatan, memegang teguh independensi serta integritas organisasi yang berlandaskan pada semangat gotong-royong untuk merubah tatanan sosial kehidupan masyarakat Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur ditengah situasi dan kondisi pergolakan dan dinamika bangsa yang selalu dinamis.


Mahasiswa yang sudah bergabung di GMNI ini, diharapkan dapat mengikuti semua proses pembinaan dan didikan yang dilakukan panitia pelaksana PPAB ini dengan sungguh-sungguh, sehingga bisa berjalan dengan baik, dalam rangka terwujudnya kader baru GMNI aktif yang progresif dan revolusioner.


"GMNI harus peka terhadap situasi sosial yang terjadi dari waktu ke waktu. Sebab begitu banyaknya persoalan sosial yang terjadi di negara kita saat ini. Makin munculnya paham-paham radikalisme, seperti kelompok-kelompok intoleran, mereka berusaha menggatikan ideologi pancasila dengan ideologi agama. Karena itu kita ditempah untuk menghasilkan kader-kader bangsa yang nasionalis dan berjiwa militan," ungkapnya 


“Dengan kita berhasil menjadi kader GMNI yang militan, tentu kita mampu melihat situasi sosial di masyarakat, terutama mereka yang sedang berupaya merorong-rong keutuhan NKRI yang berdasarkan pada ideologi Pancasila, dengan bertumpuh pada 4 (empat) pilar utama kebangsaan, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai landasan pokok kita bangsa yang besar dan kuat,” tegasnya.


Dikatakannya lagi, peran pemuda dan mahasiswa adalah sebagai agent of change dan social control (agen perubahan dan sosial kontrol) yang memiliki makna, yang artinya mampu mengarahkan kehidupan bangsa dan negara kearah yang lebih baik. Terutama dalam mengontrol persolan sosial yang ada dilingkungannya masing-masing.


Pablo, menyebutkan GMNI bisa berpartisipasi aktif dalam melakukan pemantauan terhadap proses penyelenggaraan Pemilu di Pemilihan Gubernur Riau dan Pemilihan Bupati pada Tahun 2018 ini. Namun tetap menjaga independensi dan integritas organisasi yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945.


"intinya kegiatan PPAB ini sangat penting sebagai bagian dari proses kaderisasi pengurus GMNI di tingkat Cabang. Selain itu juga dalam rangka merapatkan barisan kader-kader baru dalam organisasi untuk melanjutkan perjuangan organisasi kedepan. Yang utama juga adalah mendidik mahasiswa untuk menjadi kader-kader intelektual muda bangsa yang berwawasan kebangsaan, berkarakter tangguh, berjiwa nasionalis dan pancasilais," pungkasnya (*)

loading...

Minggu, Februari 04, 2018

0 komentar:

Posting Komentar

loading...