-->

Tahun 2014 APK Paud Inhil Hanya 53 Persen, Kini Capai 92 Persen Tersebar di 236 Desa/Kelurahan

Publish: Baden Arul ----
INHIL- Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinilai sebagai percontohan dan terobosan dalam perkembangan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia.

Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Sejak awal menjabat sebagai Bupati pada periode pertama, Drs HM Wardan MP sangat memprioritaskan pembangunan PAUD dengan menggagas gerakan 1 Desa 1 PAUD.

Berkat gerakan tersebut, hingga saat ini tercatat 474 lembaga PAUD telah berdiri yang tersebar di 236 Desa/ Kelurahan se-Kabupaten Inhil. Artinya, jumlah PAUD di Kabupaten Inhil sudah melebihi target pemerintah.

Bunda PAUD Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan SSos ME menggelar diskusi mengenai pengembangan PAUD di Kabupaten Inhil bersama Plt Kadis PMD, Kadis Pendidikan yang dihadiri Kabid PAUD, Ketua Himpaudi Kabupaten Inhil, dan Asesor PAUD Irjus Indrawan, Selasa (16/6/2020).

Rapat ini dilakukan sebagai wadah berdiskusi untuk menyumbangkan ide dan pikiran yang dapat dirangkum untuk diabadikan ke dalam buku.

Ada 3 kerangka buku yang akan dirilis, yaitu:
1. Pengelolaan PAUD DMIJ Plus Terintegrasi
2. Konsep dasar PAUD DMIJ Plus Terintegrasi
3. Manajemen PAUD DMIJ Plus Terintegrasi

"Dulu di awal Pak Bupati menjabat, saya selaku Bunda PAUD prihatin, karena pada tahun 2014 kondisi PAUD memang memprihatinkan, waktu itu APK hanya ada 53 persen. Maka pada periode awal Pak Bupati mengalokasikan dana melalui program DMIJ menggagas gerakan 1 Desa 1 Paud. Dengan berjalannya waktu Alhamdulillah lembaga PAUD di Inhil sekarang sebanyak 474 dan APK mencapai 92,02 persen," urai Zulaikhah.

Berkat usaha tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Inhil pada tahun 2016 mendapat penghargaan sebagai Bunda PAUD Berprestasi tingkat Nasional.

"Dengan kondisi yang sudah baik ini, sekarang kita ingin mencapai program PAUD berkualitas tingkat nasional, kita evaluasi kembali apakah lembaga PAUD yang sudah ada itu sudah dimanfaatkan maksimal, dan anak-anak yang ada di desa/ kelurahan sudah ditampung di PAUD yang ada," ujarnya.

Dengan lembaga yang sudah baik, saat ini diupayakan untuk meningkatkan kualitas pendidik, jumlah pendidik, menambah jumlah penambahan sarana dan sarana pendukung, insentif pengelola dan pendidik PAUD.

Terutama kualitas pendidik, karena anak usia dini adalah pondasi, Zulaikhah menegaskan bahwa guru PAUD tidak boleh salah menanamkan karakter kepada anak. 

Irjus Indrawan, selaku Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Inhil sekaligus Pendamping Desa Program DMIJ periode pertama telah mengamati perkembangan PAUD di Inhil.

"Berdasarkan hasil akreditasi, masih banyak yang hasilnya rendah, rata-rata C. Masalahnya bukan karena infrastruktur, tetapi guru yang kurang maksimal dalam memberikan pelajaran, kurang profesional. Mungkin karena pengetahuan mereka yang minim, sehingga berpengaruh pada mutu, karena guru PAUD kita banyak yang hanya lulusan SMA. Memang sudah banyak pelatihan, tapi guru yang mengikuti itu hanya sebatas di saat itu, tapi sampai di sekolahnya dia lupa," papar pria yang juga merupakan Dosen Unisi ini.

Oleh sebab itu, dirinya merasa tergerak untuk memberi pengetahuan kepada guru-guru PAUD melalui tulisan (membuat buku).

Plt Kadis PMD sebagai leading sektor Program DMIJ Plus Terintegrasi menyambut baik rencana penulisan buku ini, ia berpendapat agar isi buku dapat dikoordinasikan antara penulis dan kebijakan Pemerintah Daerah.

Kabid Kelembagaan di Dinas PMD mengajukan saran agar tulisan tersebut tidak hanya dituangkan dalam buku cetak, mengingat era digital di mana manusia lebih sering memegang smartphone daripada buku, maka hendaknya tulisan juga dibuat dalam bentuk buku elektronik (e-book).

Sementara itu, Ketua Himpaudi berharap agar pelatihan terhadap guru PAUD terus dilaksanakan.

Pada kesempatan itu, Irjus Indrawan menyerahkan beberapa buku karyanya tentang PAUD yang telah terbit, dan Bunda PAUD memberikan kenang-kenangan berupa buku saku tentang PAUD yang rilis pada tahun 2014.
Share:

Read Also:

Share:
Komentar

Berita Terkini