-->

Penanganan Covid-19 di UPT Puskesmas Kotabaru Berjalan Baik dan Maksimal

Publish: Redaksi ----

INHIL - Puskesmas Kotabaru tetap fokus pada tugas pokok penanganan ODP, PDP dan OTG serta tidak memiliki dana Covid-19 yang disebut sampai milyaran, sebagaimana diberitakan salah satu media online. 

Dana tersebut hanya ada di Dinas Kesehatan saja, Puskesmas hanya mendapat bantuan berupa logistik dalam bentuk APD, Masker, obat-obatan, vitamin dan insentif petugas dari Dinas Kesehatan.

"Bantuan masker adalah masker bedah dan itu hanya diperuntukkan untuk petugas saja, jika ada bantuan masker kain dari pihak donatur sudah kami distribusikan ke pengunjung dan masyarakat" tutur Kepala UPT Puskesmas Kotabaru Kecamatan Keritang, Ardianto Senin (29/06/2020) malam.

Soal penyemprotan ke tempat-tempat umum memang bukan menjadi tupoksi puskesmas, tapi kami tetap melakukan penyemprotan dengan bekerja sama dg lintas sektor, bahkan bekerja sama dengan pihak partai politik seperti PKB, Golkar dan PPP. 

"Kami sudah melakukan pencegahan intensif pada pelaku perjalanan dari zona merah, bahkan Puskesmas Kotabaru termasuk faskes pertama yang mendeteksi adanya risiko tinggi penularan covid dari para santri temboro, pada 22 April telah dilakukan Rapid test pada 8 santri temboro dengan 2 diantaranya reaktif kemudian dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan dengan hasil 1 orang posif covid 19" jelas Ardianto.

Seketika itu Puskesmas Kotabaru telah melakukan tracking pada kasus bekerja sama dengan lintas sektor untuk edukasi masyarakat dan pemberian bantuan ke warga terdampak.

Di pelabuhan Kotabaru juga telah dilakukan pemantauan setiap warga yang datang dari zona merah seperti Batam, ketika keberangkatan dari Batam dihentikan, lalu di screening.

Di depan puskesmas untuk pengunjung puskesmas dilakukan screening untuk menentukan risiko dan tak beresiko penularan dan pengunjung wajib cuci tangan dan pakai masker.

Lebih jelas Ardianto mengatakan, Sampai saat ini, telah didiagnosis 3 orang positif covid, itu semua atas kerja keras kawan-kawan petugas, screening intensif di lapangan. Sampai hari ini telah dilakukan lebih dari 140 Rapid test pada warga yang melakukan perjalanan dari zona merah.

Kemudian Pada tanggal 26 juni lalu, PKM Kotabaru melakukan rapid test pada 28 siswa yang akan pulang kembali sekolah ke luar daerah Riau dengan hasil satu orang reaktif, 27 Non reaktif, sesuai arahan pemerintah itu dapat dilakukan di puskesmas dan gratis.

"Soal Avanza baru, mobil itu Sudah saya beli sejak tahun 2018. Dan kalau dikatakan sulit menemui saya, mungkin terlalu berlebihan, karena saya selalu berada di puskesmas bahkan sampai sore. Insya Allah nomor handphone saya selalu aktif dan saya siap untuk bekerja sama" pungkasnya. (Suf) 
Share:

Read Also:

Share:
Komentar

Berita Terkini