-->

Vidcon Bahas IDM, Bupati Wardan Harap Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Harus Merata dan Adil

Publish: Baden Arul ----
TEMBILAHAN- Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Drs HM Wardan MP melakukan Vidcon dengan 19 Kecamatan tentang Indeks Desa Membangun (IDM), Selasa (28/7/2020).

IDM merupakan indeks komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/ Lingkungan.

Perangkat indikator yang dikembangkan dalam IDM dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan desa untuk mensejahterakan kehidupan desa. 

Bupati mengatakan, kebijakan dan aktivitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa harus menghasilkan pemerataan dan keadilan, sekaligus memperkuat nilai-nilai lokal dan budaya, serta ramah lingkungan dengan mengelola potensi sumber daya alam secara baik dan berkelanjutan.


"Dalam konteks ini ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi bekerja sebagai dimensi yang memperkuat gerak proses dan pencapaian tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa," tuturnya.

IDM memotret perkembangan kemandirian desa dengan berdasarkan implementasi Undang-undang Desa dengan dukungan dana desa serta pendamping desa.

"Indeks desa membangun mengarahkan ketepatan intervensi dalam kebijakan dengan korelasi intervensi pembangunan yang tepat dari pemerintah sesuai dengan partisipasi masyarakat yang berkorelasi dengan karakteristik wilayah desa yaitu tipologi dan modal sosial," ujar Bupati.

Secara umum pedoman IDM disusun untuk memberikan panduan kepada pemerintah pusat, daerah, dan desa dalam memanfaatkan data dan informasi IDM sebagai salah satu basis dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi pembangunan desa.

Adapun perkembangan IDM desa di Kabupaten Inhil adalah sebagai berikut:
1) Tahun 2016-2017: jumlah desa mandiri 0, desa maju 0, desa berkembang 24, desa tertinggal 110 dan desa sangat ter-tinggal 63.
2) Tahun 2018: jumlah desa mandiri 0, desa maju 2, desa berkembang 49, desa tertinggal 129 dan desa sangat ter-tinggal 17.
3) Tahun 2019: jumlah desa mandiri 0, desa maju 11, desa berkembang 59, desa tertinggal 116 dan desa sangat tertinggal 11.
4) Tahun 2020: jumlah desa mandiri 0, desa maju 19, desa berkembang 76, desa tertinggal 100 dan desa sangat ter-tinggal 2.

Pada kesempatan itu, dilakukan penandatanganan berita acara penetapan status desa oleh Kepala Bappeda Inhil, Plt Kepala DPMD Inhil, dan Koordinator Tenang Ahli P3MD yang disaksikan oleh Bupati Inhil. (Rls). 
Share:

Read Also:

Share:
Komentar

Berita Terkini