-->

Bunda PAUD Inhil Mempresentasikan Diacara Rakornis Layanan Holistik Integratif Se-Provinsi Riau

Publish: Baden Arul ----

INHIL- Dalam rangka pengembangan dan penguatan PAUD Berkualitas dengan Layanan Holistik Integratif (HI), Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi (Rakornis) PAUD Berkualitas dengan Layanan Holistik Integratif se-Provinsi Riau Tahun 2020.

Bertempat di salah satu aula hotel di Pekanbaru, kegiatan yang ditaja selama dua hari ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikhram SPd MPd, Kamis (3/12/2020) malam.

Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj Zulaikhah Wardan SSos ME menghadiri pembukaan Rakornis didampingi Kasi PAUD Dinas Pendidikan Inhil dan Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemenuhan Hak Anak DP2KBP3A.

Rakernis ini bertujuan untuk mendukung koordinasi antara Bunda Paud Provinsi Riau dengan Bunda PAUD Kabupaten/ Kota serta perangkat kerja terkait untuk membentuk Pokja Bunda PAUD HI.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau menyampaikan tentang kebijakan umum Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD-HI) di Provinsi Riau.

Usai pembukaan, Bunda PAUD Inhil menjadi pembicara dalam Rakernis itu. Dirinya mempresentasikan materi yang bertajuk Perkembangan PAUD di Kabupaten Inhil.

Berdasarkan geografis Kabupaten Inhil yang 70 persen ditempuh melalui jalur air, diutarakan Zulaikhah bahwa Kabupaten Inhil sangat berat dalam perjuangan PAUD dan membutuhkan biaya tinggi karena transportasi menggunakan speedboat.

Dirinya mengungkapkan bahwa realisasi PAUD-HI di Kabupaten Inhil ditindaklanjuti dengan pembentukan gugus tugas.

Kebijakan PAUD-HI di Kabupaten Inhil mengacu pada dua Peraturan Bupati (Perbup), yaitu Perbup Inhil Nomor Nomor 20 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pengorbanan Anak Usia Dini Holistik Integratif Kabupaten Inhil dan Perbup Inhil Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Inhil.

"Kegiatan PAUD di Indragiri Hilir bekerjasama dengan berbagai lintas sektor, tapi paling banyak dengan PKK, salah satunya ketika PKK mendata anak-anak usia dini, kemudian dibuatkan akta kelahiran bagi anak-anak yang belum punya," ujar Bunda PAUD dengan segudang prestasi ini.

Perkembangan PAUD di Inhil sejak tahun 2013 meliputi:
1. APK; 2013 sebanyak 53,99 persen, 2020 mencapai 91,62 persen
2. Lembaga; 2013 sebanyak 153, 2020 mencapai 466, karena pada akhir tahun 2013 ada program Gerakan 1 Desa 1 PAUD
3. Peserta didik; 2013 berjumlah 12.936 anak, 2020 berjumlah 46.997 anak
4. Pendidik; 2013 berjumlah 1.197 guru, 2020 berjumlah 1.944 guru

Zulaikhah mengaku, tenaga pendidik PAUD di Inhil saat ini masih banyak yang belum memenuhi persyaratan. Oleh sebab itu, Bunda PAUD Inhil bersinergi dengan Pemkab Inhil selalu melakukan pelatihan, workshop, dan pembinaan di kecamatan-kecamatan.

"Namun hampir seluruh aktivitas ini terkendala di tahun 2020, sebab semenjak pandemi Covid-19 semua kegiatan terhenti sehingga banyak program yang tidak terlaksana," pungkas Ibunda Kabupaten Inhil ini.

Share:

Read Also:

Share:
Komentar

Berita Terkini