-->

Setahun Tak Kunjung Usai, Konflik di PT San Xiong Katibung Kembali Memanas

Publish: Redaksi ----


KATIBUNG, LAMPUNG SELATAN – Senin, 16 Februari 2026 — Kekisruhan yang telah berlangsung hampir satu tahun di PT San Xiong, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, kembali memuncak.


Sengketa kepemilikan perusahaan yang tak kunjung tuntas kini berimbas pada nasib puluhan pekerja yang mengaku belum menerima hak mereka.

Situasi memanas setelah pihak yang mengatasnamakan diri sebagai perwakilan Vinipong—yang mengklaim sebagai pemenang sengketa kepemilikan perusahaan—mendatangkan sekitar 70 orang dari Jakarta.


Mereka disebut sebagai gabungan warga sipil dari Ambon dan kawasan Pelabuhan Panjang, serta calon pekerja baru yang akan ditempatkan di perusahaan tersebut.


Ketegangan tak terhindarkan ketika rombongan tersebut mencoba membuka paksa gerbang dan menduduki posko yang berada tepat di depan pintu masuk perusahaan. Para karyawan lama yang selama ini masih bertahan, langsung menghadang.


Bagi mereka, persoalan utama bukan sekadar pergantian tenaga kerja, melainkan hak yang belum dibayarkan. Para pekerja menuntut pembayaran upah selama 10 bulan yang belum mereka terima.

“Kami hanya memperjuangkan hak kami. Upah 10 bulan belum dibayar, itu hak kami sebagai pekerja,” ujar Iwan Tulus salah satu perwakilan karyawan dan pengurus serikat pekerja di lokasi.

Negosiasi Alot, Kesepakatan Mentah

Aparat keamanan dari Kapolsek Katibung beserta jajaran, Kabag Ops Polres Lampung Selatan, unsur TNI, Camat setempat, hingga perwakilan Dinas Ketenagakerjaan turun langsung melakukan mediasi di lokasi.


Dalam proses negosiasi yang berlangsung tegang, perwakilan manajemen di lapangan sempat menyepakati pembayaran 70 persen dari 10 bulan gajih Namun, setelah dikomunikasikan ke manajemen pusat, kesepakatan tersebut ditolak.

Manajemen pusat justru meminta agar para pekerja segera membongkar posko dan mengosongkan area perusahaan karena lokasi akan ditempati pekerja baru.


Keputusan itu memicu ketegangan lanjutan. Di satu sisi, kelompok yang disebut sebagai “orang suruhan” didorong untuk segera membuka akses gerbang dan mengambil alih lokasi. Di sisi lain, para pekerja lama tetap bertahan dan bersikeras tidak akan meninggalkan tempat sebelum hak mereka dipenuhi.

Aparat Siaga,


Suasana di lokasi tampak mencekam. Aparat kepolisian dan TNI berjaga ketat untuk mengantisipasi bentrokan antar kedua kelompok. Hingga berita ini diturunkan, belum ada titik temu yang disepakati bersama.

Kepala Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, turut hadir mendampingi warganya. Pasalnya, lokasi perusahaan berada di wilayah desanya dan sebagian besar pekerja yang menuntut hak merupakan warga setempat.


Pemerintah kecamatan dan dinas terkait masih berupaya mencari solusi terbaik agar konflik berkepanjangan ini tidak berujung pada gesekan fisik.

Nasib Pekerja di Tengah Sengketa.


Kadisnakertran Lampung selatan Rika Wati.S.STP.MM yang hadir lansung dilokasi  mengungkapkan selama ada niat dari pihak perusahaan untuk menyelesaikan melalui negosiasi pihaknya(Disnaker) siap hadir dan Membantu tegas Rika


Sengketa kepemilikan yang telah berjalan hampir setahun ini menjadi bayang-bayang panjang bagi para pekerja. Di tengah tarik-menarik kepentingan manajemen dan klaim kepemilikan, para buruh menyatakan hanya ingin kepastian dan pembayaran hak yang tertunda.


Konflik di PT San Xiong Katibung kini menjadi sorotan publik Lampung Selatan. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat segera memfasilitasi penyelesaian yang adil, sebelum ketegangan berubah menjadi konflik terbuka.***

Share:
Komentar

Berita Terkini