LAMSEL — Upaya nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan terus dilakukan oleh Pemerintah Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.
Melalui inovasi pelayanan, desa ini kini memiliki satu unit dump truk yang difungsikan khusus untuk mengangkut sampah warga secara rutin.
Kepala Desa Pasuruan, Sumali, saat ditemui di kediamannya pada Selasa (23/03/2026), menjelaskan bahwa pengadaan kendaraan jenis dump truk tersebut didasarkan pada kebutuhan mendesak dalam menangani persoalan sampah di wilayahnya.
“Pemilihan dump truk ini kami sesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Kendaraan ini mampu menjangkau dan melayani pengangkutan sampah dari 20 RT yang tersebar di 8 dusun, termasuk dari para pedagang di Pasar Pasuruan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem pengangkutan sampah dilakukan secara rutin sebanyak tiga kali dalam seminggu. Untuk mendukung operasional tersebut, warga dikenakan iuran sebesar Rp20.000 per bulan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Desa Pasuruan dalam mendukung program kebersihan yang diusung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.
“Kami ingin selaras dengan program kabupaten. Persoalan sampah ini harus dimaksimalkan penanganannya, karena menyangkut kesehatan dan kenyamanan masyarakat,” lanjut Sumali.
Tak berhenti di situ, Pemdes Pasuruan juga tengah mempersiapkan langkah lanjutan dengan merancang lokasi khusus pengelolaan sampah di desa. Nantinya, sampah akan dipilah menjadi organik dan non-organik untuk meningkatkan nilai guna serta mengurangi dampak lingkungan.
Namun demikian, keterbatasan armada masih menjadi tantangan. Saat ini, hanya satu unit dump truk yang tersedia untuk melayani seluruh wilayah desa.
“Kami sangat berharap adanya dukungan, baik dari pihak swasta melalui program CSR maupun dari pemerintah daerah, untuk penambahan armada. Dengan begitu, pelayanan pengangkutan sampah bisa lebih maksimal,” harapnya.
Langkah progresif yang dilakukan Pemdes Pasuruan ini menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain dalam mengelola persoalan sampah secara mandiri, terencana, dan berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, kebersihan lingkungan bukan lagi sekadar wacana, melainkan gerakan nyata demi masa depan yang lebih baik.***
