KALIANDA — Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Bakti Husada Sejahtera Tahun Buku 2025 berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Meski dihadiri ribuan anggota, kegiatan yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Kamis (21/5), tetap berjalan tertib, aman, lancar, dan demokratis.
Suasana kebersamaan semakin terasa dengan adanya pembagian hadiah dan doorprize yang disiapkan khusus bagi para anggota koperasi. Kegiatan tersebut pun berlangsung riang gembira dan penuh keakraban.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan sekaligus Ketua KPRI Bakti Husada Sejahtera, Devi Arminanto, bersama sejumlah tamu undangan lainnya, di antaranya Pak Mantri, Pak Hari, Pak Oki, serta perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Yudit Gunawan, SE., MM., yang hadir mewakili Kepala Dinas, Dra. Evi.
Dalam laporannya, Ketua KPRI Bakti Husada Sejahtera, Devi Arminanto, menyampaikan bahwa jumlah anggota koperasi pada tahun 2025 terus mengalami peningkatan. Saat ini, total anggota tercatat sebanyak 2.783 orang yang berasal dari empat kabupaten, yakni Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, dan Pringsewu.
“Alhamdulillah, jumlah anggota kita setiap tahun terus meningkat. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap koperasi semakin baik,” ujar Devi.
Ia menjelaskan, mayoritas anggota koperasi merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurutnya, peningkatan jumlah anggota akan berdampak langsung terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diperoleh koperasi.
“Naik turunnya jumlah anggota akan sangat berpengaruh terhadap SHU yang kita dapatkan. Karena itu, keaktifan seluruh anggota dalam koperasi simpan pinjam ini sangat penting untuk meningkatkan keuntungan bersama,” tambahnya.
Selain memaparkan laporan tahunan, Devi juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan koperasi ke depan. Ia berharap pengurus mulai menerapkan sistem digitalisasi agar mampu bersaing dengan koperasi modern lainnya.
“Kedepan, pengurus koperasi harus mulai menerapkan sistem digitalisasi agar mampu bersaing dengan koperasi sejenis lainnya,” pungkasnya.(Tim)
