Lampung Utara, - Rapat koordinasi (Rakor) Teknis, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menjelang Hari Raya Indul Adha 1443 Hijriyah, kegiatan dilaksanakan diruang Siger Sekda Kabupaten Lampung Utara, Rabu, 29 Juni 2024.
Wakil Bupati Lampung Utara Ardian Saputra, S.H, Memimpin langsung Rakor TPID, didampingi oleh Sekda Drs.H.Lekok.,M.M dan Plt.Asisten II, H.Sofyn, M.M, Tampak hadir dalam Rakor tersebut Kepala BPS, Kepala Bulog, Kemenag dan Kepala Perangkat Daerah Terkait di Lampung Utara.
Dalam kesempatan itu Ardian Saputra, S.H selaku Wakil Bupati Lampung Utara memberi arahan kepada Dinas terkait agar segera melakukan antisipasi dan langkah strategis dan nyata untuk melakukan pemeriksaan hewan qurban agar terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) agar tidak menimbulkan keresahan dan kekhawatiran masyarakat Lampung Utara menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H, mendatang.
"Segara dilakukan pemeriksaan hewan kurban baik di peternak maupun di lapak-lapak penjualan hewan qurban, sehingga tingkat kepercaya masyarakat meningkat bahwa di Lampung Utara tidak ada hewan yang terjangkit PMK," tegasnya.
Wakil Bupati juga memberi arahan kepada Dinas Perdagangan dan Bulog diharapkan dapat mengantisipasi kekurangan stok pangan dan kenaikan bahan pokok. Hal ini mengingat tingginya permintaan kebutuhan menjelang Hari Raya.
Selain itu, tak kalah pentingnya juga sosialisasikan arahan Pemerintah Pusat terkait pembelian Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) dengan mengunakan Aplikasi Peduli Lindungi sehingga tata kelola distribusi MGCR menjadi lebih akuntabel dan bisa terpantau mulai dari produsen hingga konsumen.
Dalam kesempatan yang sama Drs.H.Lekok.,M.M mengingatkan bahwa Pemerintah Lampung Utara khususnya harus berada di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan solusi terbaik mengingat pada kondisi saat ini adanya kenaikan harga beberapa bahan pokok.
Sehingga tidak ada keresahan masyarakat tentang kebutuhan bahan pokok makanan menjelang lebaran Idul Adha. Untuk itu segera laksanakan sosialisasi ke masyarakat dan melakukan koordinasi ke kabupaten, se- Provinsi Lampung apa bila ada lonjakan harga kebutuhan pokok.
"Semua kita lakukan dengan tujuan semua kebutuhanan masyarakat dapat terpenuhi. Oleh karenanya pada dinas dan instansi terkait segera mengambil langkah kongkrit dalam mengantisipasi kenaikan harga dan ketersedian bahan pokok," terang Sekda.
Pada Rakor itu juga diungkapkan bahwa Dinas Pertanian telah menerima vaksin PMK hewan ternak sebanyak 3.500 dosis dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk dilakukan penyuntikan pada hewan ternak guna mengantisipasi penyakit PKM.
Vaksinasi PMK sudah dilakukan uji coba 200 dosis kepada hewan ternak di Desa Sumber Arum Kecamatan Kotabumi dan uji coba berjalan ukses. Sementara hari ini dilakukan penyuntikan di Kecamatan Abung Surakarta dengan target 300 - 500 dosis. Kamis di kecamatan Abung Semuli dan Abung Timur.
Rinciannya, Tanjung seneng 50 dosis, Sukamaju 50 dosis, Negara bumi 70 dosis, Sidomukti dan Bumijaya 230 dosis. Jumat di Kecamatan Abung Selatan 300 dosis. Senin depan di Kecamatan Bunga mayang 400 dosis, Selasa dan Rabu
Kecamatan Sungkai Utara 1000 dosis.
Sedangkn hasil monitoring perkembangan harga dan kebutuhan pokok masyarakat di sekitar pasar Kotabumi oleh Dinas Perdagangan diketahui beberapa harga kebutuhan pokok.
Diantaranya,
Beras Medium Rp10.000., perkilo.
Gula Pasir Curah Rp14.000., perkilo
Minyak goreng curah Rp15.500., liter
Tepung Terigu Rp14.000., perkilo
Daging Sapi Paha Belakang Rp140.000., Telur ayam boiler Rp29.000., perkilo
Cabe Rp. 85.000,- pekilo
Sementara berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan terkait prognosa ketersediaan dan konsumsi bahan pangan kabupaten Lampung Utara 2022 dengan jumlah penduduk 634.117 jiwa, diketahui dari total produksi beras 91.633 ton, ada kelebihan atau surplus 39.224 ton beras. Sebab, jumlah ketersediaan untuk masyarakat tercatat 88.610 ton, sementara total konsumsi hanya 49.385.(Diskominfo Lampura).
IBL
