Jika dunia mengenal dengan berselancar diatas gelombang air maka di Indragiri Hilir ada selancar diatas lumpur. Lha kok bisa? Ya, bisa selancar diatas Lumpur merupakan kebudayaan yang ada di Inhil.
Selancar diatas lumpur oleh masyarakat tempatan disebut manongkah. Kegiatan ini dilakukan masyarakat tempatan untuk mencari kerang.
Kegiatan mencari kerang menggunakan sebilah papan itu, kerap dilakoni masyarakat Inhil terutama yang berada di kawasan pesisir seperti Desa Sungai Bela, Sungai Laut, Concong dan Tanah Merah yang dimana di Desa tersebut banyak terdapat masyarakat suku duano.
Masa kering air laut adalah masa yang tepat untuk nelayan suku Duano turun mencari kerang, yang mana pada masa ini, air di lautan sedang benar – benar kering atau surut. Tidak begitu halnya jika memasuki masa perbani, yang mana air laut naik atau mengalami pasang. Masyarakat nelayan suku Duano akan berhenti sementara waktu untuk mencari kerang.
Kalau sedang kering, mereka akan turun mencari kerang. Masa kering terjadi sekitar 5 sampai 6 hari dalam seminggu, Setiap pagi hingga sore hari dalam masa kering, masyarakat suku duano turun untuk menongkah kerang. Hamparan lumpur dipinggir laut adalah ‘arena pertarungan’.
Suku Duano dikenal tangguh dalam bekerja. Tak banyak orang yang mampu melakukan aktifitas menongkah, lebih lagi menjadikannya sebagai rutinitas.
Bagaimana tidak, medan berlumpur sungguh sangat berat untuk dikayuh menggunakan ‘landasan’ berupa sebilah papan. Resiko terluka di bagian lutut adalah yang pertama menjadi pertimbangan dalam menongkah kerang.
Saking lamanya, menongkah kerang dianggap sebagai tradisi dan kearifan lokal masyarakat suku Duano. Bukan karena hobi, melainkan karena memang ketidakmampuan mereka untuk mencari dan melakukan aktifitas ekonomi dengan cara dan di bidang lainnya.
Sebagai ‘orang laut’, yang terkenal akan kegigihannya, masyarakat Suku Duano tidak patah semangat untuk hidup di Inhil yang terkenal akan alamnya yang keras.
Tradisi menongkah merupakan wujud semangat Suku Duano menghadapi alam pasang surut Inhil dan melalui semangat Suku Duano, kini saban tahun (setiap Juli) Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengadakan Festival Menongkah. Bertempat di Pantai Bidari, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, ribuan masyarakat akan berkunjung menyaksikan festival warisan budaya ini. (Adv)
