9 Makhluk Paling Langka di Dunia, Salah Satunya di Jawa

Kamis, 25 Januari 2018
--------------Iklan------------



Pesatnya pertumbuhan populasi manusia terserang kepunahan jumlah populasi hewan dan tumbuhan di alam liar.

Dalam satu abad terakhir, hampir separuh satwa liar di Bumi diambang kepunahan. Serangga, ikan, burung sampai mamalia dan di habitatnya, tidak bisa lolos dari ancaman itu.

Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti jumlah yang sudah sedikit, tingkat menurun, ancaman yang maju dan kondisi populasi satwa.

Inilah 9 hewan yang dikategorikan terancam punah setelah 40 tahun terakhir yang dikutip dari Iflscience, Minggu (21/1/2018).

Macaw Spix (Cyanopsitta spixii)

Namanya terkenal karena film animasi "Rio". Sayangnya, jumlah burung Macaw berwarna biru abu-abu ini menurun drastis sejak tahun 2000 dan hanya bertahan sebagai burung koleksi pribadi saja. Saat ini ada sekitar 110 burung hasil penangkaran yang menyala dari tujuh ekor dari dua sarang. Harapannya, akan kembali di alam liar di Brasil pada tahun 2016.

Badak Jawa (badak sondaicus)

Spesies ini kemungkinan tinggal satu populasi saja, yaitu kurang lebih 50 ekor di Taman Nasional Ujung Kulon. Badak Jawa dulu banyak ditemukan di seluruh Asia Tenggara, dari Bangladesh sampai Jawa Timur. Badak Jawa adalah mamalia besar yang paling langka di dunia.

Vaquita (sinus Phocoena)

Jumlah satwa ini tinggal sekitar 30 ekor yang bertahan di Teluk California. Pesut kecil ini berada di dalam kepunahan karena telah diburu untuk dijadikan umpan ikan totoaba oleh pemburu pembohong.

Cyad (Encephalartos woodii)

Tahun 1895 sebuah gugusan tanaman Cyad ditemukan tumbuh di Afrika Selatan. Gugusan itu dibawa ke penangkaran. Setelah itu, tidak ada tanaman Cyad yang tumbuh. Itu berarti gugusan tanaman dibawa ke taman koleksi botani adalah yang terakhir. Sayangnya, semua tanaman itu adalah jantan.

Burung Hantu Kaledonia Baru (Aegotheles savesi)


Burung dari Kaledonia Baru ini sudah menghilang sejak tahun 1998. Keberadaan burung ini hanya dari dua spesimen yang diteliti ilmuwan. Burung ini memiliki kaki panjang dan tipe terestrial atau hidup diatas permukaan tanah. Jumlahnya diperikarakan tinggal 50 ekor.

Lahan Puppet Pup Ikan (Cyprinodon diabolis)

Ikan paling terkucil di dunia ini tinggal di tempat yang paling panas di Bumi di dekat Death Valley, Amerika Serikat. Penyebaran populasinya sangat terbatas, hanya ada di satu suara yang ada di radan batuan dengan kedalaman 22 meter dan lebar 3,5 meter.

Serangga Pulau Lord Howe (Dryococelus australis)

Pada satu masa, serangga ini berkembang baik di Pulau Lorde Howe yang terpencil gan jadi terancam punah akibat dimangsa. Namun demikian populasi baru jenis lobster ini di daerah batuan yang menjorok ke lautan. Kebun Binatang Melbourne lantas membiakkannya dan hasil penelitian ke alam. 

Penyu Hitam Cangkang Lunak (Nilssonia nigricans)

Penyu yang ditemukan di kuil Bayazid Bastami di Chittagong, Bangladesh, ternyata hewan langka yang hanya ada di kolam itu. Dua populasi pembohong dalam jumlah kecil, yang mungkin merupakan spesies yang sama, telah ditemukan di kuil lain di daerah Assam.

Singa Barbary (Panthera leo leo)

Contoh lagu pujian bahasa indonesia di tahun 1960an. Ilmuwan lain berpendapat sebagai keturunan singa peliharaan Sultan Maroko ini, masih hidup higga saat ini. Namun, keaslian genetis yang di alam pembohong atau di penangkaran, banyak dipertanyakan.

Penulis: Michael Hangga Wismabrata 
Editor: Yunanto Wiji Utomo 
Sumber: IFLScience.com

loading...

Kamis, Januari 25, 2018

0 komentar:

Posting Komentar

loading...