-->

Seorang Pekerja Tewas Kesetrum Saat Bangun Dapur MBG Milik Yayasan Kemala Bhayangkari

Publish: Redaksi ----


LAMPUNG SELATAN - Mamin (44) Seorang pekerja yang mengalami nasib naas saat bekerja membangun gedung Makan Bergizi Gratis (MBG) Karya Mulya Sari 2, Desa Karya Mulyasari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. 


Ayah dua anak itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (10/12/2025) lalu, lantaran tersengat aliran listrik yang cukup besar saat melakukan pekerjaannya di dapur MBG milik Yayasan Kemala Bhayangkari, sebagai pekerja bangunan.


Hal ini terungkap saat awak media mendapatkan informasi dari beberapa warga setempat bahkan dari Kiki (19) anak sulung korban.


"Benar mas, waktu kejadian bulan Desember Tahun lalu dan saya masih kerja di seberang. Bahkan diberitahu 1 jam setelah kejadian, bapak sempat dibawa kerumah sakit namun masih dalam perjalanan nyawanya tidak dapat ditolong," ujarnya sambil menitikkan air mata.


Kiki menjelaskan, dari informasi yang keluarga dapatkan, ayahnya sedang mengerjakan pekerjaan diatas kap posko satpam yang notabenenya tempat toren air yang dekat dengan kabel listrik.


"Adik saya masih duduk di bangku SMP, sebagai tulang punggung keluarga bapak udah tiada, saya berharap adik saya jangan sampai putus sekolah," harap Kiki.


Sementara itu, Yudis, selaku SPPG Dapur MBG, saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut. Ia berdalih baru mulai bertugas setelah pergantian tahun.


“Saya tidak tahu soal kejadian itu, karena saya baru masuk kerja tanggal 3 Januari 2026, abang konfirmasi saja ke pemilik dapur bang dan bapak Rosidin,” ujar Yudis singkat.


Dilain lokasi, Rosidin membenarkan adanya peristiwa meninggalnya pekerja di proyek Dapur MBG Karya Mulya Sari tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa pihak Dapur MBG Karya Mulya Sari mengklaim telah berdamai dengan keluarga korban dan telah memberikan santunan.


Rosidin juga meminta agar pihak media tidak lagi memperbesar persoalan tersebut. Menurutnya, kejadian itu telah dimediasi oleh Polsek Candipuro dan dianggap telah selesai.


“Kejadian itu sudah dimediasi, mas, dengan Polsek Candipuro. Sudah lama juga kejadiannya, sudah dingin. Jadi jangan dipanas-panasin lagi, mas,” ujar Rosidin, seraya meminta agar penelusuran tim jurnalis dihentikan.


Almarhum Mamin meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan. Kondisi keluarga korban kini sangat memprihatinkan. Kondisi isteri almarhum dilaporkan sering sakit-sakitan, sementara anak pertama terpaksa putus sekolah dan kini menjadi tulang punggung keluarga. Anak kedua masih duduk di kelas 2 SMP dan membutuhkan biaya pendidikan. (Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini