LAMSEL - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan (Kemenag Lamsel) menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) sistem kepegawaian berbasis aplikasi bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kegiatan ini difokuskan pada pemanfaatan aplikasi E-Kinerja, Srikandi, dan MYASN sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola kepegawaian berbasis digital.
Bimtek angkatan pertama tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kemenag Lampung Selatan, H. Ahmad Rifai, S.E., M.M., pada Kamis, 16 April 2026. Acara turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kemenag Lampung Selatan.
Kegiatan berlangsung di Aula Rumah Makan Alam Mutiara yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatra, Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda.
Pelatihan dilaksanakan selama satu hari dan diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari ASN dan PPPK dari berbagai satuan kerja di bawah naungan Kemenag Lampung Selatan, meliputi Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).
Dalam sambutannya, Ahmad Rifai menekankan pentingnya penguasaan teknologi dalam mendukung kinerja aparatur pemerintah, khususnya dalam pengelolaan administrasi kepegawaian yang kini semakin terintegrasi secara digital. Ia berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat memahami serta mengimplementasikan penggunaan aplikasi secara optimal dalam tugas sehari-hari.
Sementara itu,
Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenag Lampung Selatan, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pelaksanaan bimtek ini bertujuan untuk meng-upgrade pemahaman peserta terhadap aplikasi-aplikasi yang telah digunakan, seiring dengan adanya pembaruan fitur di dalamnya.
“Beberapa aplikasi yang digunakan saat ini telah mengalami peningkatan fitur. Oleh karena itu, kegiatan ini penting agar para pengelola data kepegawaian di masing-masing unit kerja dapat menyesuaikan diri dan semakin optimal dalam penggunaannya,” ujarnya dalam keterangan pers.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang teknologi dan digitalisasi. Menurutnya, aparatur di lingkungan Kemenag harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kita ingin seluruh pengelola kepegawaian di unit kerja semakin melek digital. Adaptasi terhadap kemajuan teknologi adalah sebuah keharusan agar pelayanan dan kinerja dapat terus meningkat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Lampung Selatan berharap dapat mendorong terciptanya sistem kepegawaian yang lebih efektif, transparan, dan berbasis teknologi, sejalan dengan tuntutan era digital saat ini.

