-->

Air Sungai Meluap, 680 Jiwa Terdampak Banjir di Desa Lahang Hulu

Publish: Redaksi ----

LAHANG HULU - Akibat hujan yang terus saja mrngguyur di beberapa  Desa Lahang Hulu mengalami banjir, sungai tidak dapat lagi menampung debit air yang begitu banyak.

Banjir mencapai 1,2 meter, aktivitas di empat dusun lumpuh total. Warga tak bisa lagi kekebun untuk bekerja seperti biasanya, diperkirakan air akan tetap menggenang hingga satu bulan kedepan. 

Kondisi banjir saat ini persis seperti bencana yang pernah terjadi pada tahun 1985, air meluap merendam rumah warga Desa Lahang Hulu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Lahang Hulu, Ridwan mengatakan saat ini banjir dengan ketinggian 1,2 meter di Dusun Kendari, Karya Jaya, Martapura, dan Dusun Long Sari.

"Saat ini air dalam kondisi tergenang hingga warga harus mengungsi ke dataran tinggi," sebut Ridwan Sabtu (16/1/2021).

Lebih lanjut Ridwan menerangkan, luapan air sungai (parit) akibat hujan mengguyur Desa Lahang Tengah sejak Selasa 12 Januari 2021 pukul 07.00 WIB hingga Rabu 13 Januari 2021 pukul 11.00 WIB.

"Hingga Kamis 14 Januari 2021 belum ada mengungsi, namun warga tidak bisa melakukan aktifitas bertani seperti biasa," sebutnya.

Ridwan memprediksi, kemungkinan kondisi genangan air sampai 1 bulan. Pasalnya air pasang surat pada bulan ini sangat tinggi sehingga parit tidak mampu menampung curah hujan.

Yang lebih memprihatinkan, kata Ridwan, saat ini kondisi kebun masyarakat tergenangi air, membuat warganya tidak bisa bekerja seperti biasa sebagai petani kelapa dan sawit.

Adapun total warga yang terdampak banjir ini kurang lebih 167 KK atau 680 jiwa dari 4 dusun. Dusun Kendari 16 rumah sebanyak 16 KK 61 jiwa.

Sedangkan Dusun Martapura sebanyak 74 rumah, 74 KK atau 305 jiwa. Dusun Karya Jaya 37 rumah sebanyak 73 KK terdiri dari 161 jiwa.

Selanjutnya Dusun Long Sari 40 rumah terdiri dari 40 KK, 153 jiwa. Total kebun masyarakat yang terendam kurang lebih sebanyak 221 hektare.

Dengan terjadinya bencana banjir ini, masyarakat banyak mengalami kerugian karena tidak bisa panen dan tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasa.
GagasanRiau
Share:

Read Also:

Share:
Komentar

Berita Terkini