-->

Lagi Menjaring Ikan, Nelayan di Inhil Diserang Ular Pyton

Publish: Redaksi ----

INHIL - Pergi mencari ikan seorang nelayan di luar ditunjukkan dengan kehadiran ular piton, ular piton terus mendekat saat nelayan ini sedang berada di tepian.

Dia mencoba menghalau menggunakan dayung namun tidak dihiraukan ular semakin mendekat menuju sampan terus saja menuju sampan.

Takut dengan keadaan itu nelayan bernama lega lalu melemparkan jaring ke ular dan ular terperangkap di dalam jaringan,lalu tak bisa menari kan diri.

Lega, warga RT 2 Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragirim Hili, Provinsi Riau, Sabtu (30/1/2021) malam, nyaris celaka diserang ular piton sepanjang tujuh meter.

Kejadian bermula ketika Lega yang berprofesi nelayan lagi menjaring ikan di laut Selat Nama, Enok, malam itu tiba-tiba dikejutkan oleh seekor ular sepanjang hampir tujuh meter.

 
Ketika itu, demikian tutur Lega, sekitar pukul 21.00 WIB dia bersama anak sedang sedang membentang jaring di Laut Selat Nama. Tiba-tiba, dia dikejutkan oleh suara jatuh dari tepi hutan, tak jauh dari tempatnya menjaring.

“Suara jatuh ke air itu cukup keras, awalnya saya sangka buaya. Benda jatuh itu mendekati kami. Setelah benda itu mendekat, saya lihat ternyata ular piton besar. Saya halau dengan dayung, tapi ular itu terus mendekat mau menyerang,” sebut Lega.

Ular besar itu tak mau dihalau dengan dayung. Lega pun melemparkan jaring ikannya ke ular itu. Dikarenakan terbelit jaring, ular itu lemas, lalu diangkatnya ke pompong (perahu).

“Begitu berada di dalam pompong, saya lihat ularnya tidak bergerak, saya pikir sudah mati kena jaring. Lalu, ularnya saya bawa pulang ke kampung,” ujar Lega.

Setelah di kampung, barulah Lega menginformasikan kepada wartawan bahwa ada ular piton panjang hampir tujuh meter hendak menyerangnya.

Dia memperkirakan ular piton itu menyerangnya karena lapar. ‘’Sebab, ketika perut ular itu dibelah di depan warga, tidak ada satu pun makanan di dalamnya,’’ pungkas Lega. ***
Share:

Read Also:

Share:
Komentar

Berita Terkini