Bahu-membahu dalam upaya penanganan penurunan Stunting di Indragiri Hilir Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Inhil bidang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan sosialisasi.
Sosialiasi diadakan selama 2 hari yang dihadiri TP-PKK, Kader kader posyandu kecamatan se-kabupaten Inhil.
Kepala DP2KBP3A Inhil R Arliansah melalui Kabid Bkkbn Drs H Asril, menyampaikan, dalam upaya percepatan penurunan stunting, keluarga adalah komponen utama yang sangat berperan dalam pencegahan stunting.
“Tidak hanya optimalisasi Seribu Hari Pertama Kehidupan tetapi persiapan jauh sebelum itu, dimulai persiapan sejak usia remaja, sejak menjadi calon pengantin atau sejak sebelum terjadi pembuahan (prakonsepsi), dilanjutkan masa kehamilan, menyusui hingga anak usia 2 tahun,” kata Kabid Bkkbn Inhil.
Dia menambahkan, keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenal oleh anak. Karena itulah peran orangtua sangat dominan dalam menanamkan pendidikan dan pengasuhan berkualitas pada anak.
Deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang juga perlu dilakukan oleh orangtua sehingga dapat mendeteksi secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita
“Demikian halnya dengan Pola asuh dan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) sampai usia 2 tahun merupakan intervensi penting yang berperan dalam proses tumbuh kembang anak,” ujarnya.(Adv)
