INHU - Tepatnya di Desa Batu Papan dekat jalan simpang DK 2 Kecamatan Batang Cinaku Jalan Lintas Selatan semakin parah yang membuat antrian panjang mobil mobil yang akan melintas karena keadaan jalan cukup parah.
Kalau pun ada mobil yang bisa melewati jalan tersebut adalah mobil yang punya double gardan, kalau tidak memiliki double gardan pasti tidak dapat melewatinya.
Seperti yang terlihat dalam gambar pada tanggal 25/05/2021 situasi jalan yang cukup parah membuat antrian panjang mobil mobil yang akan melintas dan sambil menunggu alat berat yang akan memperbaikinya.
Rudi salah seorang sopir dari Belilas yang juga sebagai seorang pedagang akan ke Lubuk Kandis mengatakan kepada wartawan, kalau seperti ini keadaan jalan yang kata nya adalah jalan Provinsi bagaimana bisa. Bagaimana bisa ini dikatakan sebagai jalan Provinsi.
Jalan Kabupaten aja tidak ada seperti ini atau Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau itu tidak pernah turun ke lapangan untuk melihat keadaan jalan lintas selatan ini, jadi dianggap tidak ada masalah, akhirnya jalan lintas selatan tidak ada untuk melaksanakan peningkatan jalan , tapi hanya sekedar pemeliharaan saja.
Padahal jalan lintas selatan ini adalah satu satu jalan penghubung dari Kecamatan Batang Cinaku Kabupaten Indragiri Hulu menuju jalan Lintas Timur, untuk pengangkutan Sumber Daya Alam yang ada dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Batang Cinaku.
"Seperti saya," ucap Rudi. Dia sambil membawa dagangan yang akan dipasar kan di Desa Alim dan Desa Lubuk Kandis sekalian untuk membeli hasil - hasil para petani yang nanti nya akan di bawa ke Belilas atau pun ke Rengat.
Karena situasi jalan seperti ini kan bisa membuat kita jadi merugi waktu yang seharusnya sampai di Alim dan Lubuk Kandis bisa jam 9 pagi tapi karena keadaan jalan seperti ini akhir nya tidak bisa lagi.
Masyarakat yang menjadi langganan sudah pada pulang kerumah masing masing dan pedagang pun pasti rugi karena keadaan jalan seperti ini.
Lain lagi yang diucapkan Anto salah seorang sopir Tanki pengangkut CPO dari salah satu PKS yang ada di Desa Lubuk Kandis , yang akan menuju Kota Dumai.
"kalau seperti ini keadaan jalan yang sangat parah kami para sopir Tanki bisa bisa tekor , karena uang jalan yang diberikan oleh Pemilik Truk Tanki tidak sesuai lagi, sebab kalau sudah seperti ini keadaan jalan otomatis akan menambah waktu , misal nya kalau dari PKS tempat muat CPO biasa nya sampai ke Dumai itu 30 Jam sudah sampai ke tempat pembongkaran, tapi karena situasi jalan seperti ini kita tidak bisa lagi menentukan ntah jam berapa pula jalan ini bisa dilalui dan kapan pula sampai ke Dumai," ujarnya.
Ketika wartawan menghubungi Sanusi untuk konfirmasi Sanusi adalah sebagai Ka UPT Wilayah IV Dinas PU PR Provinsi Riau melalui WA yang kantornya di Airmolek, terhubung tapi tidak diangkat sampai berita ini dibuat Sanusi belum dapat dikonfirmasi. jhs.
